Sejarah es krim dari China sampai Zangrandi Surabaya
"You scream, I scream, we all scream for ice cream!"
American proverb di atas pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda. Ungkapan ini memuji kelezatan es krim, begitu nikmat sehingga membuat kita bersorak saat memakannya. Pepatah ini juga bisa kita temukan di menu resto es krim legendaris Surabaya Graha Ice Cream Zangrand. Berlokasi di Jalan Yos Sudarso no. 15, Surabaya.
Dengan keberadaannya selama 200 tahun di Tiongkok, es krim memang menjadi salah satu makanan penutup paling populer di kalangan banyak orang. Beberapa sumber menyebutkan bahwa es krim sangat populer di kalangan bangsawan Romawi pada abad ke-4 SM. Saat itu, es krim dibuat dari salju pegunungan dan dicampur dengan buah-buahan dan madu yang dibawa oleh Kaisar Nero Claudius (kaisar kelima dan terakhir Julius. -Dinasti Julio-Claudian).
Pedagang dan petualang abad ke-14 Marco Polo, ketika kembali ke Eropa dari perjalanannya di China, membawa resep membuat es krim, kemudian seorang koki Italia mengembangkan teknik membuatnya dari es air dan es susu. Ketika di Prancis, Catherine, istri Raja Henry VIII dari Inggris (beberapa sumber lain menyebutnya sebagai istri Henry II, namun berdasarkan hasil penelusuran Henry II tidak memiliki istri bernama Catherine), membawa seorang koki Italia bernama Buontalenti. membuat makanan ringan es krim ini. Dari situ, es krim akhirnya menyebar ke seluruh dunia. Melihat sejarah es krim, tak heran jika es krim Zangrand di kota pahlawan ini terbilang enak. Pasalnya, toko es krim yang sudah beroperasi sejak tahun 1930-an ini juga dibangun oleh Roberto Zangrandi dari Italia. Istrinya, Ibu Zangrandi, atau biasa disapa Mevrouw Zangrandi, adalah orang yang menciptakan resep es krim Zangrandi yang terbuat dari bahan-bahan alami. Itu sebabnya es krim Zangrand memiliki cita rasa klasik yang khas.
Dibuat sejak zaman penjajahan Belanda, R. Zangrandi (nama depan Toko Es Krim Zangrandi) adalah restoran eksklusif yang menjual es krim kebanyakan untuk orang Belanda atau Eropa yang tinggal di Surabaya. Warung es krim ini juga menjadi saksi bisu puluhan pergantian kepemimpinan Balai Kota Surabaya. Oleh H.I. Busseker yang menjabat pada era Belanda tahun 1926 hingga 1932, hingga Eri Cahyad yang menjabat dari tahun 2021 hingga sekarang.
Zangrandi sendiri juga mengalami pergantian kepemilikan pada tahun 1960. Pakar sejarah kota Surabaya; Kuncar menjelaskan, Foreigners Policy (WNA) Indonesia diterapkan tahun ini. Mereka dapat memilih apakah ingin menjadi warga negara Indonesia (WNI) atau tetap menjadi orang asing, yang mengakibatkan mereka harus kembali ke negaranya. Karena memilih opsi terakhir, sehingga Zangrandi dan keluarganya kembali ke Italia akhir tahun itu. Sementara itu, toko es krim R Zangrand, termasuk bangunan, resep, dan semua perabotannya, termasuk peralatan pembuat es krim, dijual kepada rekan bisnisnya, Adi Tanumulia, produsen wine asal China.
Melanjutkan resep penemunya, rasa es krim Zangrand tetap sama hingga saat ini. Kualitas bahan yang digunakan alami dan tanpa bahan pengawet, sehingga cita rasanya tetap nikmat dan dicintai turun temurun. Menu Zangrand sangat beragam mulai dari hidangan spesial hingga aneka es krim seperti The Love deal, Banana Split dan Noodle Ice Cream dengan kisaran harga Rp. 45.000-69.000, minuman spesial Soda Ice Cream, Cocio Quake dan Lovely Shake dan lainnya Rp. 45.000 Menu utama Ice Scoop Tutty Frutty, Cassata dan Black Forest dibandrol dengan harga Rp. 37.000 sedangkan Scoop and Flavours seharga Rp. 30.000.
Jam buka Zangrand adalah pukul 10:00. sampai pukul 10:00 malam. Namun, pelayan menutup pesanan tepat pada pukul 21:00, jadi pastikan semua item menu yang ingin Anda coba sudah dipesan sebelum pukul 21:00! Ayo berteriak!




Tidak ada komentar:
Posting Komentar