9 masakan khas jawa tengah yang enak dan otentik
Ada berbagai jenis makanan khas daerah Jawa Tengah yang berasal dari kekayaan budaya zaman dahulu. Makanan khas daerah Jawa Tengah ini berasal dari makanan khas kerajaan raja-raja Jawa yang kemudian semakin lama semakin menyesuaikan dan tersedia untuk semua kalangan.
Selain itu, bumbu masakan khas daerah Jawa Tengah kebanyakan memiliki cita rasa tersendiri. Misalnya, daerah Surakarta memiliki ragam bumbu soto yang biasanya manis.
Namun tentu berbeda ketika Anda berkunjung ke Semarang dan Banyumas. Namun, banyak masakan Jawa Tengah yang tidak jauh berbeda satu sama lain. Merdeka.com berikut merangkum makanan khas dari makanan ringan hingga berat di wilayah Jawa Tengah yang patut dicoba:
UNESCO mengakui makanan khas Jawa Tengah ini sebagai warisan budaya tak benda. Tempe mendoan sangat terkenal di daerah Banyumas dan Purwokerto.
Bahkan, sebagian besar warung di Jawa Tengah menjual tempe mendoan goreng. Sampai saat ini masyarakat Banyumas dan Purwokerto menyebut tempe goreng tepung, namun hingga garing disebut juga Mendoan. rol musim semi Makanan khas Jawa Tengah asal Semarang ini paling enak disantap panas-panas dengan sambal.
Lumpia khas Semarang diisi dengan rebung (bambu muda). Namun di setiap daerah berbeda-beda, ada telur, ayam, udang atau sayuran.
Makanan khas daerah Jawa Tengah ini merupakan makanan yang terbuat dari singkong. Warna asli Gethuk adalah putih, namun kini hadir dalam beberapa warna yang membuatnya lebih menarik.
Wajik terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan gula aren. Biasanya rasanya manis karena menggunakan gula merah yang memberikan rasa istimewa. Namun saat ini ada banyak berlian dengan warna yang berbeda-beda, ada warna hijau, pink, merah dan warna lainnya. Jangan gunakan gula aren sebagai pemanis berwarna, melainkan gula pasir.
Roti Ganjar Rel merupakan salah satu roti legendaris khas Semarang. Roti ini diketahui sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Banyak yang mengatakan bahwa roti ini terinspirasi dari roti Ontbijtkoek Belanda.
Saat itu, roti ontbijtkoek terlihat sangat lezat sehingga masyarakat Jawa tertarik untuk membuatnya. Namun pada zaman dahulu, membuat kue seperti Onbijtkoek bukanlah hal yang mudah bagi orang Jawa. Masalah terbesarnya tentu saja bahan baku kuenya yang terkesan mahal bagi penduduk asli. Onbijtkoek sendiri merupakan kue khas negara Eropa yang sering disebut roti pedas.
Akhirnya muncul ide kreatif untuk membuat roti ontbijtkoek versi jawa dengan bahan baku singkong atau singkong. Karena tidak terbuat dari tepung terigu, banyak orang yang mengatakan bahwa roti Ganjel Reli ini memiliki rasa yang tidak enak. Hingga kemudian resepnya diubah agar roti ini tetap bisa dinikmati.
Ada Ronde di Salatiga, tapi biasa disebut Wedang Ronde. Dalam bahasa Jawa, wedang artinya minum. Tujuan minuman ini adalah untuk menghangatkan tubuh, karena jahe merupakan salah satu bahan baku pembuatannya.
Nasi Tiwul terbuat dari singkong atau tepung singkong yang dicampur dengan gula atau garam, tergantung mau manis atau asin. Hidangan khas Solo Jawa Tengah ini adalah nasi liwet yang disajikan dengan potongan ayam dan labu siam.
Mi Ongklok merupakan salah satu makanan khas daerah Jawa Tengah yang berasal dari Wonosobo. Mi Ongklok dibuat dengan cara direbus dan dicampur dengan kol. Selain itu, kucai dan kanji digunakan dalam kuahnya, sehingga lebih kental dari kuah mie biasa. Kenapa disebut Mi Ongklok? Karena menggunakan ongklok atau keranjang anyaman bambu kecil dan digunakan untuk memasak mie di kuahnya.
Makanan khas daerah jawa tengah ini, seperti namanya Soto Kudus merupakan makanan khas kota Kudus. Sekarang sudah banyak versi Soto Kudu, ada yang menggunakan daging sapi dan ayam.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar